KPM Serahkan Data Konvergensi Stunting, Wakil Bupati Sukabumi Dorong Kolaborasi Berbasis Desa

Screenshot 2026 04 16 094259
7 / 100 Skor SEO

Sukabumi — Panthera Jagat News. Upaya percepatan penanganan stunting di Kabupaten Sukabumi semakin diarahkan pada pendekatan berbasis data desa. Hal ini mengemuka dalam pertemuan antara Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas dengan Forum Kader Pembangunan Manusia (KPM) di Pendopo Sukabumi, Rabu (14/4).

Pertemuan tersebut tidak sekadar seremonial, melainkan menjadi ruang strategis untuk membedah hasil pendataan lapangan terkait konvergensi stunting yang dilakukan para kader di tingkat desa. Forum KPM yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi memaparkan temuan serta rekomendasi berbasis kondisi riil masyarakat.

Ketua Forum KPM Kabupaten Sukabumi, Timan Sutiman, menegaskan bahwa kekuatan utama forum terletak pada jangkauan kader yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Menurutnya, data yang dikumpulkan tidak hanya bersifat administratif, tetapi mencerminkan kondisi faktual yang dapat dijadikan dasar intervensi kebijakan.

“Konvergensi stunting menjadi fokus utama kami di desa. Dengan keberadaan kader di seluruh wilayah, kami memiliki gambaran yang cukup komprehensif untuk mendukung langkah pemerintah,” ujar Timan.

Ia menambahkan, hasil pendataan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai laporan, tetapi menjadi rujukan konkret dalam perumusan kebijakan penanganan stunting yang lebih tepat sasaran.

“Harapannya, rekomendasi yang kami sampaikan dapat membantu pemerintah dalam menentukan intervensi yang efektif,” tambahnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kontribusi Forum KPM. Ia menilai penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara sektoral, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas elemen, termasuk peran aktif masyarakat melalui kader.

“Penanganan stunting memang membutuhkan kolaborasi. Kehadiran KPM menjadi kekuatan tambahan bagi pemerintah daerah,” ungkap Andreas.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya menjadikan data sebagai fondasi dalam menyusun arah kebijakan. Rekomendasi dari Forum KPM dinilai memiliki nilai strategis karena berbasis pada kondisi empiris di lapangan.

“Ini sangat baik, terutama sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan arah kebijakan ke depan,” pungkasnya.

Pertemuan ini menjadi sinyal bahwa pendekatan penanganan stunting di Sukabumi mulai bergerak ke arah yang lebih terintegrasi, dengan mengedepankan sinergi antara pemerintah dan masyarakat serta berbasis pada data yang terukur.

(Sukma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *