SUKABUMI – Panthera Jagat News. MTs Khatulistiwa di Desa Langensari, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi menjadikan proses akreditasi sebagai momentum evaluasi sekaligus kebangkitan mutu pendidikan di lingkungan madrasah. Usai menerima visitasi Tim Asesor BAN-PDM, pihak sekolah langsung memetakan sejumlah target perbaikan untuk lima tahun ke depan.
Kepala MTs Khatulistiwa, Usman Firdaus, M.Pd mengatakan, visitasi akreditasi bukan sekadar penilaian administratif, tetapi menjadi bahan refleksi untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.
“Visitasi ini kami anggap sebagai cermin. Hasilnya akan kami jadikan bahan refleksi dan perbaikan berkelanjutan,” ujar Usman, Kamis (7/5/2026).
Menurutnya, terdapat sejumlah fokus pembenahan yang akan menjadi prioritas pasca-akreditasi. Salah satunya peningkatan profesionalisme guru agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi pembelajaran dan metode pengajaran berbasis proyek.
“Guru-guru muda kami harus lebih adaptif. Bukan hanya mengejar nilai, tapi membentuk karakter dan nalar kritis siswa,” katanya.
Selain peningkatan kualitas tenaga pendidik, MTs Khatulistiwa juga menargetkan penguatan sarana dan prasarana pendidikan. Seiring meningkatnya jumlah siswa, madrasah masih membutuhkan laboratorium IPA, perpustakaan digital, serta fasilitas olahraga yang lebih representatif.
Pihak sekolah berharap rekomendasi dari asesor dapat memperkuat dasar pengajuan bantuan kepada Kementerian Agama maupun Pemerintah Kabupaten Sukabumi.
MTs Khatulistiwa sendiri mengusung DNA pendidikan bertajuk “Sekolah Berkarakter Islam yang Global dan Membumi.” Melalui konsep tersebut, sekolah berupaya mengembangkan berbagai program unggulan seperti Bahasa Arab dan Inggris aktif, pencak silat, marawis, olahraga, hingga pendidikan kesehatan.

Usman berharap tim asesor dapat memberikan masukan agar seluruh program memiliki indikator capaian yang lebih terukur dan berkelanjutan.
Sementara itu, Pengawas Madrasah, Titin Sumartini, M.Pd menegaskan pentingnya penerapan manajemen mutu berbasis Sispena-PDM secara konsisten, bukan hanya saat menghadapi akreditasi.
“Harus jadi alat evaluasi rutin delapan Standar Nasional Pendidikan. Perbaikan mutu itu setiap hari, bukan lima tahun sekali,” tegasnya.
Di sisi lain, Ketua Komite Madrasah optimistis hasil akreditasi yang baik akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan tersebut.
“Ini bukti madrasah di tengah sawah pun bisa mencetak lulusan berakhlak, berwawasan luas, dan siap bersaing,” ujarnya.
MTs Khatulistiwa juga berharap adanya pendampingan berkelanjutan dari Kemenag dan BAN-PDM agar setiap catatan asesor dapat ditindaklanjuti secara maksimal.
“Jangan berhenti di sertifikat. Kami butuh dikawal sampai yang kurang jadi lebih,” pinta Usman.
Sebelumnya, visitasi akreditasi dilakukan oleh Tim Asesor BAN-PDM, Siti Juliani dan Rosilawati. Hasil akreditasi nantinya akan berlaku selama lima tahun dengan kategori peringkat A, B, atau C.
Bagi MTs Khatulistiwa, proses akreditasi bukan akhir perjalanan, melainkan titik awal membangun kualitas pendidikan yang lebih maju.
“Dari sekadar memperbaiki, kami ingin membangkitkan ruh peradaban dari madrasah,” tutup Usman.





