Lumajang – Panthera Jagat News. Aparat gabungan melakukan monitoring dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Resort Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan menyusul adanya permohonan bantuan personel dari pihak TNBTS untuk melakukan pemantauan sekaligus mencegah terjadinya kebakaran hutan di wilayah kerja Resort Ranupani.
Kapolsek Senduro AKP Wahono Pudji Santoso, S.H., mengatakan monitoring melibatkan personel gabungan dari Polsek Senduro, Koramil, petugas TNBTS, serta masyarakat peduli api (MPA).
“Monitoring dan pencegahan dilakukan bersama-sama untuk memastikan kondisi kawasan tetap aman dari potensi kebakaran, khususnya di jalur Jantur,” kata Wahono.
Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga 17.00 WIB. Petugas melakukan pemantauan di sejumlah titik yang berada di wilayah Desa Ranupani dan Desa Argosari, Kecamatan Senduro.
Sekitar pukul 11.30 WIB, petugas melakukan pemantauan dari Blok Bantengan, Desa Ranupani, serta Blok B29, Desa Argosari.
Dari hasil pengamatan di kedua lokasi tersebut, petugas tidak menemukan adanya kepulan asap maupun titik api di wilayah Kabupaten Lumajang.
“Pada saat dilakukan pemantauan, tidak terlihat adanya kepulan asap maupun titik api di wilayah yang dipantau,” ujar Wahono.
Selain melakukan pemantauan, petugas juga melakukan penyekatan dan sterilisasi terhadap pelintas jalur pintas yang menghubungkan kawasan Blok Bantengan, Desa Ranupani, dengan Blok B29, Desa Argosari.
Petugas melakukan pemeriksaan identitas serta barang bawaan terhadap warga yang melintas. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan agar aktivitas manusia tidak memicu terjadinya kebakaran di kawasan hutan.
Menurut Wahono, pengawasan terhadap aktivitas masyarakat di kawasan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mencegah terjadinya karhutla.
“Pelintas jalur Jantur dilakukan pemeriksaan identitas dan barang bawaan sebagai langkah antisipasi serta untuk meminimalisir potensi terjadinya kebakaran,” jelasnya.
Monitoring akan terus dilakukan secara bersama-sama dengan unsur terkait, terutama pada kawasan yang dinilai memiliki potensi rawan kebakaran.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan kawasan TNBTS sekaligus mencegah meluasnya dampak apabila sewaktu-waktu ditemukan titik api.
Kapolsek Senduro menegaskan, berdasarkan hasil pemantauan pada Rabu siang hingga sore, kondisi di lokasi yang menjadi sasaran monitoring terpantau aman dan tidak ditemukan titik api maupun kepulan asap.
(Ful)





