Headlines

Ribuan Warga Padati Peringatan Hari ASI Sedunia di Cibadak, PDIP Tegaskan ASI adalah Investasi Peradaban dan Upaya Cegah Stunting

WhatsApp Image 2026 08 06 at 4.01.53 PM
8 / 100 Skor SEO

SUKABUMI – Panthera Jagat News. Ribuan warga dari berbagai wilayah Kabupaten dan Kota Sukabumi memadati Lapangan Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kamis (6/8/2026), dalam rangka Gebyar Menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari ASI Sedunia. Kegiatan yang digagas PDI Perjuangan tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan rakyat, tetapi juga mengusung pesan kuat mengenai pentingnya kesehatan ibu dan anak sebagai fondasi pembangunan bangsa.

Acara yang diselenggarakan DPD PDI Perjuangan Jawa Barat bersama DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi dan DPC PDI Perjuangan Kota Sukabumi itu dihadiri jajaran pengurus DPP dan DPD PDI Perjuangan, Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas, SE, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD, para kader, relawan, serta ribuan masyarakat.

Suasana semakin semarak ketika penyanyi Once Mekel tampil menghibur masyarakat. Salah satu momen yang paling mendapat sambutan meriah adalah ketika Once membawakan lagu legendaris “Bento” secara duet bersama Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ir. Ono Surono, yang disambut tepuk tangan dan nyanyian ribuan peserta.

Selain hiburan, kegiatan tersebut dipenuhi berbagai layanan sosial dan edukasi kesehatan yang berfokus pada peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif sebagai langkah nyata menekan angka stunting di Indonesia.

Hasto: ASI Bukan Sekadar Nutrisi, tetapi Investasi Masa Depan Bangsa

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan,Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa peringatan Hari ASI Sedunia yang digelar partainya bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebuah gerakan kemanusiaan yang memiliki makna strategis bagi masa depan Indonesia.

Di hadapan ribuan peserta, Hasto membuka sambutannya dengan pantun yang mengundang tepuk tangan para ibu.

“Ke Sukabumi makan bubur, disambut tarian indah nan lentur. Bagi ibu-ibu menyusui janganlah suka lembur, selalu berikan ASI, kecerdasan anak tumbuh subur.”

WhatsApp Image 2026 08 06 at 4.02.33 PM

Menurutnya, ASI merupakan hak dasar setiap anak yang harus dijamin bersama oleh keluarga, masyarakat, maupun negara.

“ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan terbukti menjadi fondasi utama bagi tumbuh kembang anak. Dari sinilah kualitas kesehatan, kecerdasan, hingga karakter generasi penerus bangsa mulai dibentuk. Karena itu, perjuangan memenuhi hak anak memperoleh ASI merupakan bagian dari perjuangan membangun peradaban Indonesia,” ujar Hasto.

Ia menambahkan, persoalan stunting tidak cukup diselesaikan hanya dengan pemberian bantuan pangan. Diperlukan edukasi yang berkelanjutan kepada keluarga mengenai pentingnya gizi sejak masa kehamilan, pemberian ASI eksklusif, pola makan sehat, sanitasi, serta akses pelayanan kesehatan yang berkualitas.

Ketua DPC Kabupaten Sukabumi: Gerakan Sosial Harus Menyentuh Kebutuhan Masyarakat

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi, Paoji Nurjaman, SE, yang didampingi Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Sukabumi Iwan Adhar yang akrab disapa Bah Uwo selaku tuan rumah sekaligus panitia pelaksana, menyampaikan rasa syukur atas antusiasme masyarakat yang hadir.

Menurut Paoji, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata komitmen PDI Perjuangan dalam menghadirkan politik yang berpihak kepada rakyat melalui aksi sosial, pendidikan kesehatan, serta penguatan kebersamaan.

“Kami sangat bersyukur masyarakat hadir dengan penuh semangat. Ini menunjukkan bahwa kegiatan politik tidak harus selalu identik dengan kampanye, tetapi juga dapat diwujudkan melalui pelayanan kepada masyarakat. Hari ASI Sedunia menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran seluruh keluarga mengenai pentingnya memberikan ASI eksklusif sebagai investasi kesehatan anak sejak lahir,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa persoalan stunting masih menjadi tantangan besar di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Sukabumi. Oleh karena itu, edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun harus terus dilakukan secara berkesinambungan.

Menurut Paoji, upaya menurunkan angka stunting tidak dapat dibebankan kepada pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

“Melalui kegiatan seperti ini kami ingin mengajak seluruh kader PDI Perjuangan untuk menjadi pelopor edukasi di tengah masyarakat. Kader harus hadir membantu memberikan pemahaman mengenai pola hidup sehat, pentingnya pemeriksaan kehamilan, pemberian ASI eksklusif, imunisasi lengkap, hingga pemenuhan gizi keluarga. Dengan demikian, manfaat perjuangan benar-benar dapat dirasakan masyarakat,” katanya.

WhatsApp Image 2026 08 06 at 4.04.14 PM 1

Ia juga mengapresiasi seluruh anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Sukabumi yang saat ini aktif melaksanakan reses di berbagai daerah pemilihan guna menyerap aspirasi masyarakat, mulai dari kebutuhan pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, hingga penguatan ekonomi kerakyatan.

Prof. Dr. dr. Ribka Tjiptaning: Pencegahan Stunting Dimulai Sejak Bayi Lahir

Ketua DPP PDI Perjuangan, Prof. Dr. dr. Ribka Tjiptaning, dalam paparannya memberikan edukasi panjang mengenai pentingnya ASI bagi kesehatan anak dan pencegahan stunting.

Ia menjelaskan bahwa ASI merupakan makanan terbaik yang tidak dapat digantikan oleh produk apa pun karena mengandung zat gizi lengkap, antibodi alami, enzim, hormon pertumbuhan, serta berbagai komponen bioaktif yang dibutuhkan bayi.

“ASI bukan hanya memberikan nutrisi, tetapi juga membangun sistem kekebalan tubuh anak sejak hari pertama kehidupan. Bayi yang memperoleh ASI eksklusif memiliki risiko lebih rendah mengalami infeksi saluran pernapasan, diare, alergi, hingga berbagai penyakit kronis ketika dewasa,” jelasnya.

Menurut Ribka, stunting bukan hanya persoalan tinggi badan anak yang lebih pendek dibandingkan usianya, tetapi merupakan gangguan pertumbuhan yang berdampak terhadap perkembangan otak, kemampuan belajar, produktivitas saat dewasa, hingga daya saing bangsa.

“Seribu hari pertama kehidupan merupakan masa emas yang tidak dapat diulang. Jika pada periode ini anak mengalami kekurangan gizi, dampaknya dapat berlangsung seumur hidup. Oleh karena itu, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan dan dilanjutkan hingga usia dua tahun dengan makanan pendamping yang bergizi merupakan langkah paling efektif mencegah stunting,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya dukungan keluarga terhadap ibu menyusui.

“Keberhasilan pemberian ASI bukan hanya tanggung jawab ibu. Suami, keluarga, lingkungan kerja, tenaga kesehatan, hingga pemerintah harus bersama-sama menciptakan suasana yang mendukung ibu agar dapat memberikan ASI secara optimal. Ketika seorang ibu berhasil menyusui bayinya, sesungguhnya ia sedang membangun generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas,” tegas Ribka.

Komitmen Melayani Rakyat

Rangkaian kegiatan ditutup dengan hiburan rakyat yang berlangsung meriah. Kehadiran Once Mekel bersama sejumlah tokoh nasional menjadi daya tarik tersendiri, namun pesan utama yang dibawa PDI Perjuangan tetap berfokus pada pembangunan kualitas sumber daya manusia melalui kesehatan ibu dan anak.

Melalui peringatan Hari ASI Sedunia yang dipadukan dengan semangat menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, PDI Perjuangan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program yang tidak hanya bersifat politik, tetapi juga menyentuh kebutuhan nyata masyarakat, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga peningkatan kesejahteraan rakyat.
Sukma.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *