HIMA MPI Universitas At-Taqwa Bondowoso Gelar “Training of Commander”, Hadirkan Tokoh Pendidikan Mohammad Hairul

WhatsApp Image 2026 09 26 at 06.04.12
7 / 100 Skor SEO

BONDOWOSO – Panthera Jagat News. Pengurus Himpunan Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Republik Mahasiswa Universitas At-Taqwa Bondowoso menyelenggarakan kegiatan bertajuk Training of Commander (TOC).

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada hari Jumat hingga Sabtu, tanggal 25-26 September 2026, bertempat di Aula Universitas At-Taqwa Bondowoso.

Dalam acara yang dimulai pada pukul 08.00 WIB ini, panitia secara khusus mengundang Mohammad Hairul, M.Pd. sebagai narasumber atau pemateri. Mohammad Hairul merupakan seorang tokoh pendidikan dan praktisi kelahiran Sumenep, 17 April 1983, yang saat ini menjabat sebagai Kepala SMPN 1 Curahdami.

Kapasitasnya di bidang akademik sangat mumpuni, terbukti dari latar belakang pendidikannya yang menempuh S1 di Universitas Jember, dilanjutkan dengan program S2 dan S3 di Universitas Negeri Surabaya.

Di kancah pendidikan dan literasi, rekam jejak Mohammad Hairul tidak diragukan lagi. Ia aktif sebagai Instruktur Nasional Literasi Baca-Tulis, Praktisi Mengajar di Universitas Negeri Malang pada tahun 2025 dan 2026, serta menjabat sebagai Direktur Pelaksana Penerbit Licensi. Ia juga merupakan penulis buku, yang terbaru berjudul “Nover Bersampul Batik” terbitan April 2026, dan pernah meraih penghargaan bergengsi Literacy Awards dari BAZNAS dan Republika.

Pada hari Jumat, 25 September 2026, Mohammad Hairul memberikan materi berjudulkan “Etika Komunikasi Akademik: Panduan Berinteraksi Santun, Cerdas, dan Profesional Bagi Mahasiswa Baru MPI”.

Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa etika komunikasi sangat penting bagi mahasiswa MPI karena mereka adalah calon manajer pendidikan dan cerminan kapasitas kepemimpinan lembaga Islam di masa depan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan pentingnya memadukan “Sinergi Pragmatik dan Adab Al-Qur’an”. Hal ini mencakup penerapan prinsip kesantunan tuturan untuk menjaga keharmonisan sosial, serta berpegang pada prinsip Al-Qur’an, yakni Qaulan Sadida (tuturan jujur dan benar) dan Qaulan Layyina (penyampaian lemah lembut).

Materi ini juga memberikan panduan aplikatif bagi mahasiswa mengenai cara berinteraksi dengan dosen. Salah satunya adalah tata cara mengirim pesan singkat, yang harus memuat unsur: salam sopan dan permohonan maaf, identitas diri (nama lengkap, NIM, dan kelas angkatan), keperluan yang ringkas dan jelas, serta diakhiri dengan ucapan terima kasih atas kesediaan waktu dosen.

Selain itu, ia membagikan contoh penerapan maksim kesantunan dalam berinteraksi, seperti maksim kebijaksanaan, kedermawanan, penghargaan, kesederhanaan, permufakatan, dan kesimpatian.

Di akhir sesi, Mohammad Hairul mengingatkan mahasiswa baru untuk menjaga rekam jejak digital mereka, menghindari penyebaran hoaks atau emosi berlebih di grup obrolan kampus, serta bijak bermedia sosial.

Mohammad Hairul menutup paparannya dengan pesan agar mahasiswa membangun 3 pilar karakter komunikasi mahasiswa MPI: Cerdas Akademia, Santun Berbahasa, dan Beradab Islami. (MP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *