Diduga Keracunan Makanan Program MBG, Empat Orang Alami Gejala di Simpenan

WhatsApp Image 2026 01 29 at 7.54.02 PM
8 / 100 Skor SEO

Sukabumi – Panthera Jagat News. Dugaan kasus keracunan makanan terjadi di wilayah kerja Puskesmas Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Rabu (28/1/2026). Peristiwa ini diduga berkaitan dengan konsumsi makanan dari Program MBG SPPG Anugrah Ratu Alam 1 yang dibagikan di lingkungan pendidikan.

Kejadian tersebut dilaporkan terjadi di PAUD Alhadi dan SD Bojong Kopo, Kecamatan Simpenan. Makanan diterima sekolah sekitar pukul 09.00 WIB dan dikonsumsi pada pukul 10.00 WIB.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan informasi dari Puskesmas Simpenan, kasus pertama mulai menunjukkan gejala pada Rabu (28/1) sekitar pukul 15.30 WIB. Sebelumnya, seorang siswa SD Bojong Kopo telah datang ke IGD Puskesmas Simpenan pada pukul 12.00 WIB dengan keluhan kesehatan.

Selanjutnya, pada pukul 14.30 WIB, dua orang guru—masing-masing satu guru PAUD Alhadi dan satu guru SD Bojong Kopo—datang ke IGD Puskesmas Simpenan dengan keluhan mual, mencret, sakit perut, diare, dan pusing, usai mencicipi makanan MBG.

WhatsApp Image 2026 01 29 at 7.54.01 PM

Diketahui, para guru tersebut mengonsumsi makanan sekitar pukul 10.00 WIB, dan keluhan mulai dirasakan sekitar pukul 15.20 WIB. Sebelum dibawa ke puskesmas, sempat dilakukan pengobatan mandiri dengan obat warung, namun kondisi tidak kunjung membaik.

Data Korban Sementara

Hingga pukul 16.11 WIB, jumlah korban terdampak tercatat sebanyak 10 orang, dengan rincian:

  • Guru PAUD 1 orang
  • Guru SD 1 orang
  • Siswa 8 orang
  • Meninggal dunia Nihil
  • Dirujuk ke rumah sakit Nihil

Dua orang guru saat ini menjalani perawatan di Puskesmas Simpenan, sementara siswa yang mengalami keluhan dalam kondisi terpantau.

WhatsApp Image 2026 01 29 at 7.54.01 PM 1

Menu Makanan yang Dikonsumsi

Menu MBG yang dikonsumsi pada hari kejadian terdiri dari:

  1. Nasi
  2. Nugget
  3. Sayur wortel dan buncis
  4. Tahu goreng

Langkah Penanganan

Puskesmas Simpenan telah melakukan sejumlah langkah penanganan, di antaranya:

  1. Penyelidikan epidemiologi (PE)
  2. Observasi tanda-tanda vital (TTV)
  3. Pemberian terapi obat secara oral
  4. Koordinasi lintas program dan lintas sektor

Pihak puskesmas terus melakukan pemantauan terhadap kemungkinan munculnya korban tambahan serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keamanan pangan dan mencegah kejadian serupa terulang lagi.

DS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *