Lima Bulan Pascabanjir Bandang Cisolok, Korban Masih Bertahan di Tenda, Janji Pemulihan Dipertanyakan

WhatsApp Image 2026 04 06 at 18.47.49
13 / 100 Skor SEO

SUKABUMI – Panthera Jagat News, 6 April 2026. Lima bulan setelah bencana banjir bandang menerjang Kampung Tugu, Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, kondisi para penyintas masih jauh dari kata pulih. Di tengah janji pemulihan yang sempat digaungkan pemerintah, puluhan warga hingga kini masih bertahan di tenda darurat tanpa kepastian relokasi maupun perbaikan hunian.

Di lapangan, deretan tenda yang mulai lusuh menjadi penanda waktu yang berjalan tanpa solusi nyata. Bagi warga terdampak, situasi ini bukan lagi sekadar dampak bencana, melainkan cerminan lambannya penanganan pascabencana.

ER (43), warga Kampung Citugu RT 01 RW 01, mengaku telah kehilangan harapan terhadap janji-janji yang sebelumnya disampaikan.
“Sudah lima bulan kami menunggu, tapi tidak ada kejelasan. Kami masih tinggal di tenda. Janji perbaikan rumah sekarang seperti omong kosong,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

WhatsApp Image 2026 04 06 at 18.47.50 1

Pernyataan tersebut menggambarkan kekecewaan yang meluas di kalangan warga. Program rehabilitasi rumah yang sebelumnya disebut akan segera direalisasikan hingga kini belum menunjukkan perkembangan signifikan.

Selain persoalan hunian, distribusi bantuan juga menjadi sorotan. Warga menilai proses pendataan dan penyaluran bantuan tidak transparan. Mereka mempertanyakan kejelasan bantuan yang disebut berasal dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sukabumi.

“Rumah kami didata, bahkan sudah diberi tanda, tapi kami tidak tahu siapa yang menerima bantuan. Jangan sampai bantuan hanya berputar di atas kertas,” kata ER.

WhatsApp Image 2026 04 06 at 18.47.49 2 1

Minimnya keterbukaan informasi ini memunculkan dugaan adanya kelemahan dalam pengawasan dan akuntabilitas penyaluran bantuan. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan bantuan tidak tepat sasaran dan memperpanjang penderitaan warga terdampak.

Hingga saat ini, belum ada kepastian terkait relokasi maupun jadwal pembangunan kembali rumah warga. Di sisi lain, kehadiran pemerintah dinilai belum dirasakan secara konkret oleh masyarakat di lokasi terdampak.

Warga berharap adanya langkah nyata dan terukur dari pemerintah daerah maupun pihak terkait untuk mempercepat proses pemulihan. Mereka menuntut kejelasan, bukan sekadar janji.

WhatsApp Image 2026 04 06 at 18.47.49 1

“Kami ini rakyat kecil, hanya ingin kepastian. Tapi sampai sekarang seperti tidak dianggap,” tutur ER.

Situasi di Cisolok menjadi pengingat bahwa penanganan bencana tidak berhenti pada fase tanggap darurat. Tanpa komitmen kuat dalam tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, bencana berisiko berubah menjadi krisis kemanusiaan berkepanjangan.

Kini, pertanyaan mendasar muncul: jika lima bulan belum cukup untuk menghadirkan solusi, berapa lama lagi warga harus menunggu kepastian?

(SP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *