Sukabumi – Panthera Jagat News. Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, memiliki potensi agraris yang besar dengan luas lahan pertanian mencapai 290 hektare. Potensi tersebut tidak hanya menjadikan desa ini sebagai salah satu sentra produksi padi, tetapi juga berkembang sebagai kawasan yang mengedepankan inovasi ketahanan pangan berbasis pemberdayaan masyarakat dan semangat gotong royong.
Salah satu inovasi yang dikembangkan di Desa Sukaresmi adalah penerapan sistem Mina Padi, yakni metode pertanian terpadu yang menggabungkan budidaya tanaman padi dengan pemeliharaan ikan dalam satu hamparan sawah. Sistem ini diterapkan oleh Kelompok Tani (Poktan) Subur Rezeki 1 di Kampung Pasir Parigi sebagai upaya meningkatkan produktivitas lahan secara berkelanjutan.
Melalui penerapan Mina Padi, para petani tidak hanya memperoleh hasil panen padi, tetapi juga memanen ikan air tawar dari lahan yang sama. Pola pertanian ini dinilai mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus menambah pendapatan petani tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.
Selain sektor persawahan, upaya memperkuat ketahanan pangan juga dilakukan melalui Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang dijalankan Kelompok Wanita Tani (KWT) Walidah. Dengan memanfaatkan pekarangan rumah, anggota KWT menanam berbagai jenis sayuran, tanaman bergizi, serta tanaman obat keluarga untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga.

Program P2L tersebut diprioritaskan sebagai upaya pemenuhan gizi keluarga secara mandiri sekaligus mendukung pencegahan dan penurunan angka stunting. Keberadaan program ini menjadi salah satu bentuk penguatan ketahanan pangan yang dimulai dari lingkungan keluarga.
Semangat gotong royong menjadi fondasi utama dalam berbagai kegiatan masyarakat Desa Sukaresmi. Budaya saling membantu terus terpelihara melalui aktivitas kelompok tani, kegiatan kemasyarakatan, hingga pengelolaan hasil pertanian yang melibatkan warga secara bersama-sama.
Ke depan, Pemerintah Desa Sukaresmi bersama lembaga kemasyarakatan terus mendorong penguatan ekonomi desa melalui hilirisasi produk pertanian. Hasil panen padi, ikan, maupun sayuran diarahkan untuk tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih besar oleh masyarakat desa.
“Kami berkomitmen mengolah kembali hasil tani dan budidaya lokal menjadi produk olahan bernilai tambah (added value). Dengan demikian, marjin keuntungan terbesar tetap berputar dan dinikmati oleh warga desa sendiri,” ungkap salah satu tokoh masyarakat Sukaresmi.
Melalui pengelolaan lahan pertanian seluas 290 hektare, penerapan sistem Mina Padi oleh Poktan Subur Rezeki 1, pengembangan Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) oleh KWT Walidah, serta semangat gotong royong yang terus terjaga, Desa Sukaresmi optimistis mewujudkan desa yang mandiri, berdaya saing, dan sejahtera di Kabupaten Sukabumi. (MP)





