300 Siswa Diduga Keracunan MBG, Tiga Dapur Mitra SPPG di Cianjur Ditutup Sementara

Screenshot 2026 01 30 111322
8 / 100 Skor SEO

Cianjur – Panthera Jagat News. Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menutup sementara tiga dapur mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di tiga kecamatan, menyusul dugaan keracunan makanan yang dialami sekitar 300 siswa penerima manfaat.

Penutupan dilakukan terhadap dapur SPPG Sukagalih–Cikalongkulon, Sindangkerta 3–Pagelaran, dan Gandasari–Kadupandak. Langkah ini diambil hingga hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur maupun Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) keluar.

Wakil Ketua Satgas MBG Cianjur, Arif Purnawan, mengatakan penutupan tersebut bersifat sementara dan merupakan bagian dari upaya pengamanan serta evaluasi menyeluruh terhadap sistem penyediaan makanan MBG.

“Penutupan dilakukan sampai hasil uji laboratorium keluar. Kami juga melakukan investigasi mendalam terhadap tiga SPPG, mulai dari proses pengadaan bahan baku, pengolahan, hingga pengepakan makanan,” ujar Arif di Cianjur, Rabu.

Tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur telah diterjunkan ke lapangan untuk mengambil sampel sisa makanan guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

Arif menegaskan, apabila hasil investigasi menunjukkan adanya kelalaian prosedur, pengelola dapur akan diberikan edukasi dan pembinaan sebelum kembali diizinkan beroperasi.

“Selama ini sistem pengawasan sudah berlapis, melibatkan kepala dapur, ahli gizi, hingga Koordinator Kecamatan (Korcam). Namun, pemeriksaan menyeluruh tetap kami lakukan agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.

Ia menambahkan, keselamatan dan kesehatan siswa sebagai penerima manfaat menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program MBG.

Seperti diberitakan sebelumnya, sekitar 300 siswa di tiga kecamatan tersebut mengalami gejala dugaan keracunan setelah menyantap menu MBG yang dibagikan di sekolah.

Sebagian besar siswa mengeluhkan pusing, mual, muntah, dan diare. Bahkan, beberapa di antaranya baru merasakan gejala setelah tiba di rumah sehingga harus dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit setempat.

Hingga Rabu pagi, ratusan siswa sempat mendapatkan perawatan medis sejak Selasa. Sebagian besar telah dipulangkan setelah dinyatakan pulih, namun tetap berada dalam pengawasan tenaga kesehatan di pusat layanan kesehatan masyarakat.

Satgas MBG memastikan proses evaluasi dan pembenahan akan dilakukan secara ketat sebelum dapur-dapur tersebut kembali beroperasi demi menjamin keamanan pangan bagi para siswa.

(Dry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *